KONDISI KORBAN PENGANIAYAAN DADANG SUPRIATNA MEMBAIK SETELAH DUA HARI KOMA


Gambar

Jakarta (23/03/2014) – KASUS penyiksaan terhadap IS bocah berusia 3,5 tahun yang dianiaya penculiknya bernama Dadang Supriatna, 29, memasuki babak baru. Polisi melakukan gelar perkara kasus tersebut. Bahkan, kemarin (19/3) polisi melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan keji terhadap balita malang tersebut. Kepada polisi, Dadang mengakui telah menganiaya secara keji IS lantaran sakit hati kepada ibunya, Iis Novianto,

Pasalnya, Dadang yang warga Ka bupaten Karawang Jawa Barat itu mengaku cintainya di khianati Iis yang tinggal di Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi itu berpaling ke pria lain Kepada polisi Dadang mengaku menculik IS pada Desember 2013 lalu dari Stasiun Senen. Saat itu, Iis mengajak IS berjualan minuman di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Iis berjualan minuman setelah ditinggal selama-lamanya oleh sang suami yang sakit karena menderita penyakit paru-paru beberapa bulan sebelumnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Daddy Hartadi mengatakan, tersangka Da dang mengakui telah menganiaya IS hingga luka parah. Bahkan, ujarnya juga, Dadang me ngakui telah menusuk korban dengan paku panas. Tidak hanya itu, kekejian tersangka juga berlanjut dengan mematahkan tangan balita malang itu.

”Tersangka Dadang mengakui telah menganiaya IS di beberapa tempat. Seperti di dekat kawasan Museum Fatahilah Jakarta Barat, tersangka membenturkan kepala IS ke lantai. Ada saksi pemilik warung melihat. Saksi minta supaya Dadang berhenti melakukan penyaniayaan itu,” ujarnya kemarin (19/3). Dadang juga mengaku menusuk IS menggunakan paku panas sebanyak 16 kali hingga korban balita tak berdosa itu berdarah.

Lebih parah lagi, Dadang juga menggigit badan korban sebanyak 8 kali hingga memar. Dadang juga mematahkan tangan Iqbal di sebuah WC umum kawasan Pade mangan Mangga Dua. ”Di sana ada saksi yang melihat penjaga WC bernama Eti,” t rang Daddy juga. Tujuannya, kata perwira dengan dua melati di pundaknya itu, kalau berdarah,atau kelihatan sakit lebih banyak penghasilan didapat IS saat mengamen.

Dadang juga mengaku bukan hanya dirinya yang mengeksploitasi anak-anak. Kepada polisi dia menuturkan, di sekitar Museum Fata hillah Jakarta Barat, banyak pengamen mengeksploitasi anakanak dan balita untuk mengemis. ”Kami masih mendalami kasus ini,” ungkapnya juga. Karena perbuatannya, Dadang bakal dijerat polisi dengan pasal berlapis. Yakni, penculikan, penganiyaan dan Undang-Undang Perlindungan anak.

Disinggung kondisi IS, Daddy mengatakan kalau bocah malang itu saat ini masih dalam perawatan intensif tim dokter RSUD Koja. Meski dua sebelumnya sempat koma dan dirawat di ruang khusus NICU (Neonatal Intensive Care Unit), tapi kemarin (19/3) kondisi IS mulai membaik. ”Kondisi IS mulau membaik,” cetus Daddy juga. Untuk diketahui, kasus penganiayaan terhadap IS terungkap Kamis (12/3) lalu.

Awalnya ada penumpang busway di Halte Busway Pademangan yang kasihan melihat kondisi luka bakar di tubuh IS. Perempuan bernama Juliana itu lantas membawa IS bersama Dadang ke Puskesmas Pademangan. Karena lukanya parah, oleh pihak Pusksesmas di rujuk ke RSUD Koja. Curiga ada yang tidak beres, kasus itu lantas dilaporkan ke Markas Polres Jakarta Utara.

Kasus yang menimpa IS membuat sejumlah pihak prihatin dan mengulurkan tangan membantu. Bahkan, Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Gufron Mukti sempat menjenguk bocah tak berdosa tersebut. Wamenkes telah meminta kepada pihak RSUD Koja agar memberikan pelayanan terbaik terhadap IS. Adapun semua biaya kata dia, akan ditanggung pemerintah.

Guna membantu perawatan IS, RSUD Koja membentuk tim khusus yang terdiri dari 6 dokter spesialis. ”Tim ini akan memantau kondisi IS,” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait. Sementara itu, kemarin (19/3) kondisi fisik IS mulai sadar setelah dua hari koma. ”Kondisi keponakan saya perlahan membaik. Hari ini (kemarin, Red) sudah mengalami peningkatan,” ucap Ira Maryani, bibi korban kepada INDOPOS, kemarin (19/3).

Ira juga menjelaskan, IS sudah dapat merespon jika dipanggil. Dia juga menuturkan, IS sudah bisa batuk tidak seperti sehari sebelumya. ”Selain itu gips yang di tangan kiri juga sudah di buka. Wajahnya juga sudah cu kup cerah dibanding saat pertama kali masuk yang kuning dan agak lebam,” paparnya lagi. Mengenai keberadaan adiknya Iis Novita yang juga ibunda IS, Ira tidak mengetahuinya. Hingga saat ini, Iis belum diketemukan.

Keluarga dan polisi terus berupaya melakukan pencarian terhadap Iis. ”Kami terus mencari posisi Iis hingga saat ini,” ungkapnya juga. Selama anaknya hilang, Iis sempat stress. Bahkan, perempuan itu mencari kemanapun agar menemukan IS. ”Selama mencari anaknya, Iis tidak membawa KTP. Sebab KTP-nya sama saya,” ucap Ira juga. Ira bahkan khawatir jika Iis diciduk Satpol PP DKI Jakarta yang melakukan razia karena tidak memiliki KTP.

Selain itu dia juga meyakini jika Iis pasti sangat lusuh sehingga dikira gelandangan. ”Itu mas yang saya takutkan. Saya juga minta bantuan kepada pihak Satpol PP DKI untuk memberikan kabar jika ada wanita yang mengaku bernama Iis,” paparnya juga. Dia juga menjelaskan ciri-ciri fisik yang dimiliki adiknya tersebut. Iis memiliki rambut lurus sebahu, kulit sawo matang. Ciri fisik yang lebih dapat dilihat adalah mata Iis. ”Dia punya mata kiri lebih sipit dibanding yang kanan,” cetusnya juga.

Sumber : indopos.co.id

Iklan

About Al Hudri, S.Pd.I

I'm a Teacher

Posted on 23 Maret 2014, in Berita Populer. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan Berkomentar dengan Facebook/Twitter/Wordpress/Google+

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: