GOLPUT DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Gambar

 

Mengintip  GOLPUT  “ DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM, HALAL atau HARAMKAH?
Menyikapi datangnya pesta demokrasi pemilihan Legislatif tinggal beberapa hari lagi dan Pilpres dalam waktu dekat ini, kiranya perlu dikemukakan sebuah penjelasan mengenai hukum Golput ( Golongan Putih ) yang telah digali dari sumber hukum ilmu Fiqh Islam. Golput disini berarti orang yang dengan sengaja tidak menggunakan hak suaranya dalam sebuah PEMILU karena ada alasan tertentu ataupun karena acuh dengan adanya pesta demokrasi tersebut. Lalu bagaimana perspektif hukum Islam dengan adanya para pelaku golput ini, Haram atau Halalkah? Dalam dimensi hukum Fiqh pada dasarnya Golput memiliki 5 hukum yang dikenakan kepadanya yaitu:

1.      Haram

Golput duhukumi haram ( terlarang ) apabila prilaku Golput diniatkan untukmengacaukan PEMILU yang akan dilaksanakan. Para pelaku bertujuan untuk membuat kerusakan dan menggagalkan jalanya PEMILU melalui indikasi politik yang tidak dibenarkan dalam Syari’at Islam dengan mencoba menghasut mempengaruhi dan memerintahkan orang lain untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Prilaku Golput semacam ini dihukumi HARAM dan pelakunya berdosa atas apa yang telah dilakukanya. Sebagaimana Firman Allah SWT “ Mannat’ba’a nafsahu hawaahaa watamannaa alallohi alaamaaniya” Artinya : “Dan orang-orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan mengharap kepada allah anugerah”

2.      Makruh

Apabila prilaku Golput ini didasarkan pada sikap acuh tak acuh dan perasaan tidak perduli dengan adanya pesta demokrasi. Golput seperti ini dihukumi MAKRUH yang apa bila dijauhi dan ditinggalkan oleh pelaku akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Firman Allah SWT “Waja’alnaahum aimmatan yahduuna bi’amrinaa lammaa shobaruu” Artinya : “Dan jadikanlah diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka bersabar”.

3.      Mubah

Mubah berarti boleh-boleh saja yang apabila dilaksanakan atau ditinggalkan pelaku tidak mendapatkan pahala ataupun dosa. Golput dihukumi MUBAH apabila dilakukan karena keaawaman seseorang teradap fisi misi yang dimiliki Partai, Caleg, atau Calon Presiden yang akan dipilih, Ia melakukan Golput karena takut salah memilih, Nabi Muhammad SAW telah bersabda : “Da’maa yariibuka ilaa aayuriibuka” Artinya : “Tinggalkan sesuatu yang meragukanmu, kepada sesuatu yang tidak meragukanmu”

4.      Sunah

Hukum SUNAH berlaku apabila semua Partai dan Calon pemimpin yang akan dipilih dicurigai memiliki tujuan menyebarkan kezaliman dan membuat kerusakan dimuka bumi serta mendukung kemaksiatan merajalela, membuka pabrik-pabrik narkotika dan minuman keras, melegalkan perjudian, membiarkan prostitusi dengan dalih menambah penghasilan negara. Firman Allah menyatakan, “ Wattaquu fitnatan laatusibannalladziina dzolamuu mingkum khooshotan “Artinya: “Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim “.

5.      Wajib

Golput juga bisa dihukumi WAJIB jika semua Partai, Caleg atau Calon Presidenya telah nyata-nyata mempunyai visi dan misi mengembangkan kezaliman dan membawa kehancuran Negara serta membuat kerusakan dimuka bumi misalnya, berencana menciptakan peperangan tanpa alasan yang jelas, mengembangkan senjata yang berbahaya bagi umat manusia, mengganti idiologi pancasila dengan komunisme, bertujuan memberantas agama, mengadakan pembunuhan masal pada suatu etnis dan lain sebagainya. Seperti sabda Nabi SAW “Man mingkummungkaron fal yughoyyir biyadihi “ Artunya : Barang siapa melihat kemungkaran maka hendaklah ia dengan kekuasaanya “ dalam hal ini rakyatlah yang menentukan kekuasaanya.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum Golput dalam perspektif hukum Fiqh Islam, dan semoga kita semua bisa menempatkan diri sesuai dengan posisi kita sesuai hukum Islam dan sebagai warga Negara yang taat sebagaimana Firman Allah : “ Yaa ayyuhalladziina aamanuu ati’ulloha watiiurosuula waulil amri mingkum “ Artinya : Wahai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya, dan Pemimpin yang memerintahmu. (QS. An-nisa 59 )

Iklan

About Al Hudri, S.Pd.I

I'm a Teacher

Posted on 26 Maret 2014, in Ilmu Pengetahuan Islam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan Berkomentar dengan Facebook/Twitter/Wordpress/Google+

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: