WANITA HAMIL DIRAJAM HINGGA TEWAS KARENA MENOLAK DIJODOHKAN


Gambar

Lahore – PBB mengecam keras sikap keluarga di Pakistan yang membunuh seorang wanita dengan melempari batu. Pembunuhan dilakukan lantaran perempuan bernama Farzana Parveen itu dinilai menentang keputusan keluarga untuk menikah dengan pria yang sudah ditetapkan.

Farzana tewas dilempari batu bata dan tongkat oleh sekitar 20 orang yang merupakan keluarganya sendiri di luar Pengadilan Kota Lahore, Pakistan, Selasa 27 Mei 2014.

Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Navi Pillay mengatakan, pihaknya sangat prihatin apa yang telah terjadi di Pakistan. Menurut dia, tidak dibenarkan membunuh seorang putri hanya demi kehormatan keluarga.

Keluarga di Pakistan itu memilih membunuh karena Farzana dinilai mempermalukan martabat keluarga lantaran memilih menikah dengan pria pilihannya ketimbang dengan lelaki yang sudah dijodohkan dengannya.

“Saya sangat terkejut mendengar kabar itu. Banyak sekali wanita yang bernasib seperti itu di Pakistan yang dibunuh secara brutal oleh anggota keluarganya sendiri, hanya karena masalah sepele,” ujar Pillay, seperti dimuat BBC, Kamis (29/5/2014).

“Saya sangat tak setuju dengan istilah ‘membunuh secara terhormat’. Tak ada yang namanya terhormat ketika membunuh,” imbuh dia.

Saat dilempari batu sampai tewas, Farzana sedang hamil 3 bulan. Sang suami, Muhammad Iqbal mengatakan, polisi hanya berdiri diam saat Farzana diserang kerabatnya sendiri.

“Kami sudah teriak minta tolong, tapi tak ada yang menghiraukan. Mereka semua hanya menonton dan tidak bertindak,” ujar Iqbal.

Sebelum kejadian, Iqbal tengah berjuang untuk melawan gugatan keluarga Farzana yang menudingnya telah menculik wanita malang tersebut. Padahal menurut Iqbal, ia hanya menikahi Farzana, tak menculiknya. Farzana pun bersedia ikut Iqbal ke mana pun.

Kepolisian setempat saat ini sudah menangkap ayah Farzana, yang menjadi salah satu pelaku pelemparan batu. Sementara anggota keluarga lainnya masih dalam pencarian aparat.

Komisi HAM Pakistan mencatat sudah ada sekitar 869 perempuan yang menjadi korban pembunuhan oleh keluarganya sendiri karena dinilai telah membangkang keputusan keluarga terkait pernikahan.

Iklan

About Al Hudri, S.Pd.I

I'm a Teacher

Posted on 30 Mei 2014, in Berita Populer. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan Berkomentar dengan Facebook/Twitter/Wordpress/Google+

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: