HASIL QUICK COUNT PILPRES 2014


QUICK COUNT PILPRES 2014

QUICK COUNT PILPRES 2014

SMRC: Jokowi-JK Menang Pilpres 2014

Research and Consulting (SMRC) mengumumkan hasil quick count Pilpres 2014. Hasilnya pasangan capres nomor urut dua, Jokowi-JK, menang!

“Quick count mengambil sampel 4.000 TPS, data masuk 81,3 persen. Stabilitas suara sudah stabil, tidak akan ada perubahan yang berarti,” kata peneliti SMRC, Djayadi Hanan, dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (9/7/2014).

SMRC mengambil kesimpulan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014. Sebab selisih perolehan suaranya cukup signifikan.

“Kami SMRC menyatakan pasangan Prabowo-Hatta meraih 47,2 persen dan Jokowi-JK meraih 52,8 persen. Pasangan Jokowi-JK memenangkan pemilihan presiden,” tegas Djayadi.

Quick count SMRC ini memiliki margin of error 0,68%.

 

CSIS: Jokowi-JK Menang di Quick Count, Koalisi Prabowo-Hatta Bisa Pindah

Dalam hasil quick count berbagai lembaga survei, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil mengungguli Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hasil ini bisa membuat partai koalisi di pasangan nomor urut 1 berubah haluan.

“Kalau Pak Jokowi dan Pak JK yang menang, saya kira akan ada anggota koalisi pendukung Pak Prabowo-Pak Hatta akan menyeberang, tapi kita belum tahu,” kata peneliti CSIS, Philip Vermonte di kantornya, Jl Tanah Abang III no 23-27, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2014).

Hal itu disebutkan Philip menanggapi UU MD3 yang mengatur jika pemenang pemilihan legislatif tidak serta merta menduduki posisi pimpinan DPR. Menurutnya, hal itu bisa membuat DPR terfragmentasi.

“Kalau koalisi pencalonan presiden ini berlanjut di DPR artinya akan menjadi semakin rumit, kursi 2 kubu hampir sama,” kata Philips.

Philip menduga partai koalisi pendukung Prabowo-Hatta bisa saja bergeser karena menurutnya politik di Indonesia sangat dinamis. “Berdasarkan pengalaman partai kita sangat pragmatis,” sambungnya.

 

Prabowo: Saya Persilakan Kader Koalisi Terbaik Jadi Ketua DPR

UU MD3 yang disahkan melalui rapat paripurna DPR semalam (9/7) telah memastikan partai pemenang Pileg 2014, yakni PDIP, tak akan otomatis menempati kursi Ketua DPR. Capres Prabowo Subianto menyatakan dirinya mempersilakan kader terbaik dalam koalisinya untuk menduduki kursi Ketua DPR.

“Kalau ada kader yang baik dalam partai (Gerindra) maupun yang berkoalisi maka kita akan persilakan memimpin parlemen,” kata Prabowo di kediamannya, Hambalang, Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Prabowo menyatakan tak akan mempermasalahkan apabila nantinya yang menjabat Ketua DPR bukan dari partainya, yakni Gerindra, asalkan masih berasal dari partai satu koalisi. Ini karena dirinya yakin koalisinya sudah solid dan satu visi.

“Tidak ada masalah. Kita mau kerjasama,” kata Prabowo.

Partai-partai pengusung Prabowo-Hatta berhasil menggolkan aspirasinya, merevisi UU MD3 yang memuat tata cara pemilihan pimpinan DPR. Usai pengesahan RUU perubahan terhadap UU No 27 Tahun 2009 itu diketok oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, para pimpinan fraksi Gerindra, Golkar, PAN, PKS, Demokrat, dan PPP berkumpul mendeklarasikan koalisi permanen.

“Kita kan koalisi. Saya sungguh-sungguh di koalisi. Kita bermitra, jadi namanya saja bermitra,” kata Prabowo.

About Al Hudri, S.Pd.I

I'm a Teacher

Posted on 9 Juli 2014, in Berita Populer. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan Berkomentar dengan Facebook/Twitter/Wordpress/Google+

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: