JEMAAH AN-NADZIR (MAJLIS ZIKIR LATIEFUL AKBAR) IDUL FITRI / 1 SYAWAL HARI INI 27 JULI 2014


Jemaah An-Nadzir (Majlis zikir latieful akbar)

Jemaah An-Nadzir (Majlis zikir latieful akbar)

Jakarta – Bila sebagian besar umat Islam merayakan hari Idul Fitri pada 28 Juli 2014 sesuai ketetapan pemerintah, lain halnya dengan umat An-Nadzir yang merayakannya pada hari Minggu, 27 Juli 2014.

Jemaah An-Nadzir tersebut mendatangi rumah ibadah yang terletak di jalan Bougenville No. 16 RT07/RW06 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara sejak pukul 06.00 WIB untuk bersiap melaksanakan salat Idul Fitri yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Menurut pemantauan, banyak jemaah yang menangis terharu saat menyanyikan shalawat sebelum dimulainya salat Idul Fitri. Salat Idul Fitri tersebut dimulai dari dua rakaat dengan tujuh takbir, kemudian dilanjutkan dengan dua rakaat dengan lima takbir. Selain itu jemaah muslimah nampak melakukan shalat terpisah dengan jemaah laki-laki yakni di lantai dua.

Dalam ceramahnya, pemimimpin ibadah mengatakan agar umat bisa lebih prihatin dan ikut mendoakan warga Palestina yang sedang bergejolak. “Kita harus membentengi diri kita dengan hukum Allah, salah satunya dengan menegakkan sunnah Rasulullah, yaitu bersorban dan berjanggut,” ujarnya.

Ia mengharapkan umat untuk berpakaian seperti teman-teman Allah. “Kita harus kembali ke fitrah-Nya, hanya kita dan Allah yang tahu apakah kita sudah mematuhi perintah Allah,” lanjutnya. Selesainya ceramah, para umat saling berjalan melingkar sembari bersalam-salaman dan berpelukan satu sama lain sebagai simbol saling memaafkan.

Lazuardi Sadewo (47) selaku ketua Majelis Zikir Latiful Akbar Jakarta menjelaskan, yayasannya dulu bernama An-Nadzir. “Sejak tahun 2002, tetapi kami berganti nama sejak tahun 2012 karena berbagai hal dan alasan,” ujar Lazuardi, Minggu (27/7) pagi.

Lauzuardi mengatakan, jemaahnya berpatokan pada pergantian bulan, bukan hilal. “Bila pergantian bulan di siang hari, maka kami langsung membatalkan puasa siang hari,” jelas Lazuardi. Lazuardi mengungkapkan, pergantian bulan sudah dilihat pihaknya dari tadi malam, pada hari Sabtu (26/7) pukul 20.10 WIB, dengan patokan tersebut maka kami melakukan salat Idul Fitri pagi ini.

“Kami melihat bulan tidak hanya di awal saja, tetapi juga di tengah dan akhirnya, kami juga pernah merayakan Idul Fitri dua hari sebelum pemerintah, pernah juga sehari sebelumnya, bisa juga bersamaan, semua tergantung penampakan bulan,” tambah Lazuardi.

Ia mengatakan, jumlah jemaah Latiful Akbar sebanyak 150 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. “Untuk menentukan satu syawal kami berdasarkan perhitungan radjab, kami juga mendengar dari BMKG yang memprediksikan adanya fenomena alam seperti pasang tondak,” lanjut Lazuardi. Lazuardi berharap agar seluruh umat Islam untuk mengikuti kalender yang Allah berikan yaitu bulan. “Padahal Allah sudah membuat bulan, tetapi saudara-saudara kita hanya memperhatikan di awal bulan saja, tetapi saat di tengah dan akhir tidak diperhatikan,” tutup Lazuardi.

Selain Lazuardi, Muhamad Nur Samsi (68) selaku salah satu pendiri yayasan juga ikut menjelaskan perihal perhitungan yang jamaat mereka pakai. “Ini salah satu dari metode yang kita pakai. Kami melihat bulan sejak posisi 15 derajat, baru kami bisa melihat bulan purnama sepenuhnya, maka esoknya adalah bulan baru untuk menetapkan 1 Ramadan,” ujar Samsi.

Samsi juga mengatakan, salah satu patokan untuk menentukan 1 Ramadan dilihat dari cuaca dan fenomena alam. “Misalkan seperti semalam saat hujan, apabila bulan, bumi, dan matahari berada di satu garis yang sama, maka kita bisa melihat bulan baru yang ditandai pasang air laut tinggi,” kata Samsi mengungkapkan, mereka juga memulai awal berpuasa (1 syawal) sehari sebelum ketetapan pemerintah sama seperti jamaah Muhamadiyah. “Kami selama ini juga tidak diundang saat sidang isbat oleh pemerintah, namun tidak mengapa, asal kami bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang dan damai,” tutup Samsi.

Selama berjalannya kegiatan salat Idul Fitri, tampak anggota kepolisian yang berjaga untuk mengamankan lingkungan sekitar. Wakasat Intel Polres Jakarta Kompol Edi Purnawan mengatakan ada 14 personel yang mengamankan kegiatan salah Idul Fitri tersebut, yang terdiri dari tujuh anggota Polsek Koja, tiga anggota Polres Jakarta Utara, dan empat linmas dari kelurahan Rawa Badak Utara. “Meski situasi kondusif, tapi ini sudah tugas kami untuk melayani masyarakat dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Edi.

Iklan

About Al Hudri, S.Pd.I

I'm a Teacher

Posted on 27 Juli 2014, in Berita Populer. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan Berkomentar dengan Facebook/Twitter/Wordpress/Google+

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: